Assalamu'alaikum Wr.Wb,Selamat Datang di Blog Yusupman,Terima kasih atas Kunjungannya.

Sejarah MUI dan Fatwa yang Diabaikan Penguasa

Sebuah nasihat dari Ketua Umum MUI pertama, Buya Hamka, untuk mereka, “Kalau ada di antara kita yang bertanya apa sanksinya kalau nasehat dan fatwa tidak digubris oleh penguasa, tidaklah ada undang-undang manusia yang akan menuntut pemerintah.

Bodoh Bukan Berarti Gagal

Bodoh bukan berarti gagal, pintar juga tidak berarti sukses. Kebodohan dan kepintaran adalah sesuatu yang relatif.

Waktu; Kesempatan yang Tak Pernah Kembali

Imam Ali as berkata, "Wahai manusia! Pahamilah bahwa kalian yang sedang melewati dan bakal berakhir, bukan waktu yang sedang berakhir."

Mengenal Habib Rizieq,Imam Besar FPI dan Panglima Umat

Beliau adalah DR. Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc.MA.DPMSS. Rumah beliau terletak di Jl. Petamburan III No. 83, Tanah Abang Jakarta Pusat

Hindari Debat Walau Anda Benar

"Setiap muslim itu saudara bagi muslim yang lain. Dia tidak akan menzhaliminya, menghinakannya, dan tidak pula meremehkannya. Keburukan seseorang itu diukur dari sejauh mana dia meremehkan saudaranya" (HR.Muslim)

Friday, October 28, 2011

Berteman Perpanjang Usia

MEMILIKI hubungan sosial yang baik ternyata tidak hanya penting bagi kualitas hidup seseorang.

Bersosialisasi juga dapat menambah panjang usia. Demikian hasil sebuah penelitian di Amerika Serikat yang diterbitkan dalam PLoS Medicine.

Memiliki hubungan sosial yang sehat dan membahagiakan bahkan dikatakan sebanding dengan manfaat jika seseorang berhenti merokok.

"Kurangnya hubungan sosial setara dengan merokok hingga 15 batang rokok per hari," kata psikolog Julianne Holt-Lunstad, pemimpin studi tersebut seperti dikutip Reuters.

Untuk menguji pengaruh hubungan sosial pada risiko kematian ini, ilmuwan melakukan 148 studi pada 308.000 orang tanpa memandang status usia, jenis kelamin atau kesehatan.

Hasil penelitian ini mengindikasikan, seseorang memiliki kemungkinan hidup 50 persen lebih besar jika mereka memiliki hubungan sosial yang kuat.

Memiliki tingkat interaksi sosial yang rendah, menurut penelitian ini, setara dengan menjadi seorang pecandu alkohol. Tidak berteman juga dikatakan lebih berbahaya daripada tidak berolahraga.
Sumber http://t.co/3ZOl6jGv

Thursday, October 27, 2011

Sarapan Pertajam Daya Ingat

Sering lupa atau susah konsentrasi? Bisa jadi otak kurang mendapat nutrisi dari makanan yang tepat. Dengan sarapan yang cukup kinerja otak akan menjadi lebih baik dan daya konsentrasi juga meningkat.

Makanan tidak hanya berperan untuk menjaga metabolisme tubuh tetapi juga berperan aktif untuk membnatu daya kerja otak. Karena itu mulailah makan makanan sehat agar 'makanan' ke otak pun menjadi lebih baik.

Beberapa bahan makanan dan hal bisa Anda lakukan untuk mempertajam daya ingat. Sebaiknya konsumsi secara rutin agar daya kerja otak terjaga.

Kafein
Tingkat IQ tidak bisa dibuat namun zat tertentu seperti kafein bisa membantu lebih fokus dan daya ingat lebih tajam. Minum kopi, teh, cokelat atau minuman berkafein lainnya bisa membuat otak lebih berkonsentrasi dan fokus. Otak akan berada dalam posisi 'terjaga' setelah meminumnya.

Gula tingkatkan konsentrasi
Gula yang dimaksud bukanlah gula yang biasa ditambahkan ke dalam minuman atau makanan, melainkan glukosa yang didapat dari bahan makanan alami. Gula yang berasal dari karbohidrat ataupun buah-buahan, bisa mempertajam memori jangka pendek dan proses berpikir baik secara spontan.

Sarapan sebagai bahan bakar otak
Sarapan dapat meningkatkan daya ingat jangka pendek dan juga membuat otak lebih fokus. Pastikan anak A nda tidak pernah melewatkan sarapan meskipun hanya setangkup roti dan segelas susu. Sarapan tidak perlu banyak namun sebaiknya mengandung protein yang cukup.

Kacang dan cokelat
Konsumsi cokelat dan kacang-kacangan setiap hari dengan takaran yang cukup. Karena bisa memenuhi kebutuhan vitamin E serta antioksidan. Vitamin E yang cukup bisa mencegah terjadinya penurunan kognitif yang berkaitan dengan bertambahnya usia.

Alpukat dan biji-bijian utuh
Setiap organ tubuh tergantung pada aliran darah, terutama jantung dan otak. Makan diet tinggi biji-biian dan buah-buahan seperti alpukat dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular dan menurunkan kadar kolestrol jahat.

Terapkan diet sehat
Makan makanan bernutrisi bisa membantu meningkatkan kemampuan otak untuk lebih fokus dan berkonsentrasi. Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit juga bisa mengganggu konsentrasi. Banyak makan bisa membuat tubuh lemas, sedangkan kurang makan juga bisa memicu rasa lapar yang bisa mengganggu konsentrasi.

Terapkan pola hidup sehat
Ingin daya ingat lebih tajam dan fokus? Mulailah makan 100% bahan makanan alami seperti jus buah, roti gandum, ikan salmon, dan secangkir kopi secara rutin. Selain itu, waktu tidur yang cukup membuat otak lebih segar.Olah raga teratur juga bisa membuat tubuh lebih santai dan suplai oksigen ke otak pun akan cukup.(Detik.com)

Wednesday, October 26, 2011

Strategi Jitu Menghargai Diri Sendiri

SEBAGIAN besar dari kita pastinya memiliki keinginan mengubah beberapa bagian tubuh sendiri bila punya kesempatan. Misalkan saja meski telah berberat badan ideal, ada saja ketidakpuasan terhadap tubuh sendiri.

Daripada selalu mengeluh dan berharap, mengapa Anda tidak mencoba mensyukuri tubuh Anda yang sekarang. Denagn begitu, Anda akan semakin mudah memilih perilaku sehat yang akan memungkinkan Anda mencapai berat badan ideal. Jadi bagaimana cara memulai mencintai berat badan Anda sendiri? Ikuti tips berikut!

1. Fokus pada apa yang disukai
Tidak ada yang sempurna. Namun, jangan berfokus pada apa yang tidak Anda sukai di tubuh Anda. Alihkan perhatian pada bagian tubuh yang menurut Anda paling bagus, misalkan bentuk mata Anda yang indah atau kaki yang jenjang.

2. Hindari pikiran negatif
Apakah Anda kerap berbicara kepada diri sendiri dengan berbagai perkataan negatif tentang tubuh sendiri? Setiap kali Anda mendapati diri berkata sesuatu yang tidak begitu baik kepada diri sendiri, jangan berlarut-larut, setop dan ganti pikiran negatif dengan sesuatu yang positif tentang diri Anda. Kesadaran adalah kuncinya!

3. Jangan terjebak dengan perbandingan
Dengan tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain, baik itu dalam hal keuangan, karier, berat badan, penampilan, keluarga, dan materi, Anda akan menyadari bahwa Anda tidak bisa menjadi yang terbaik dalam segala hal, tapi Anda bisa menjadi yang terbaik bagi diri sendiri.(MetroTvnews)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More